Rabu, 07 Mei 2008

catatan hati

Catatan hati seorang dhoif

Ia berajalan tanpa arah dan tujuan

Matanya buta tertutup rapat oleh berjuta kemaksiatan yang telah dilakukannya

Ia terjatuh, merangsek, mereok-reok, tersandung, terjerembab hebat!

“hhh... hhh... hhh...”

Jelas terdengar suara desah nafasnya yang tak pernah teratur dengan baik

”hhh... hhh... hhh...”

Lagi, suara yang terdengar begitu menjijikan itu kembali menusuk gendang telinga

Ia berjalan tertatih meraih sebuah pegangan

Tangannya bergerak kesana kemari memohon diberikan sebuah jalan

”Jalan?” Sang dhoif mengajukan pertanyaan yang ia pun tak tahu harus mengungkapakannya kepada siapa

Masihkah ada sebuah jalan kebenaran diatas sebuah bola besar warna biru yang tengah keruh oleh kemaksiatan?

Hati keruhnya telah kotor sekotor air comberan dan sebusuk bangkai yang tersangkut di sebuah selokan

Matanya terbelalak, namun ia tak mampu menangkap seberkas cahaya pun di sana, tak ada satu pantulan cahayapun yang mengenai pupil mata itu dan hal itu dapat terjadi karena memang tak ada satu berkas cahaya pun yang mampu terserap dan jatuh tepat pada retina mata.

Bulatan hitam dibawah mata terlihat begitu kentara dan menakutkan, memberi isyarat betapa ia merasa sangat berat menopang tubuh yang terjebloskan ke dalam dunia fana ini

Tidak ada komentar: